Jumat, 18 April 2014

TIRTAYATRA DAN PERPISAHAN

Setelah mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan yang berakhir Rabu 16-4-2014, hari Kamis 17 April 2014 Paket C Kls XII berkumpul di UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar untuk membahas rencana Tirtayatra/Dharma Wisata ke tempat-tempat suci/pura. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi di Pendidikan Kesetaraan UPT SKG Disdikpora Kota Denpasar. Tirtayatra adalah melakukan persembahyangan ke tempat-tempat suci/Pura sebagai rasa syukur kehadapan Sang Pencipta karena sudah dapat menyelesaikan pendidikan kesetaraannya di SKB Kota Denpasar ini. Dan juga berdoa agar semua peserta yang mengikuti Ujian Nasional ini dapat lulus 100%. Selain melakukan persembahyangan juga sekalian dapat refreshing dan berwisata. Sekalian acara ini juga sebagai acara Perpisahan Paket B kelas IX dan Paket C kelas XII dengan adik-adik kelasnya. Meski tidak semua (57 orang peserta didik kelas XII) yg hadir karena ada yang bekerja dan tidak mendapatkan dispensasi dari tempat kerjanya, rapat tetap dilaksanakan untuk memutuskan tempat-tempat suci yang akan dikunjungi. Setelah melalui diskusi yang sangat alot, akhirnya tirtayatra cukup dilaksanakan di Bali saja. Awalnya ada yang mengusulkan ke beberapa pura yang ada di Jawa Timur seperti Pura Agung Blambangan, Pura G. Arjuna di Kabupaten Malang dsbnya. Namun karena berbagai pertimbangan diantaranya masalah biaya, juga karena mereka sebagian besar bekerja di sektor swasta dimana masalah dispensasi untuk libur sangat sulit diperoleh. Apalagi baru saja mereka sudah mengambil libur mengikuti Ujian Nasional selama 3 hari. Dari hasil rapat tersebut akhirnya tirtayatra dan Dharma wisata ini memilih beberapa tempat suci di Bali yaitu Pura Ponjok Batu di Buleleng Timur dan Pura Batur Kintamani Bangli. Rencananya tirtayatra akan dilaksanakan setelah adik-adik kelas mereka selesai ujian sekolah yang akan dilaksanakan mulai tanggal 5 Mei 2014 sampai 7 Mei 2014 (Bersamaan dengan Ujian Nasinal Pendidikan Kesetaraan Paket B) dan sebelum hari Raya Galungan dan Kuningan pada bulan Mei mendatang. Selama mereka belajar di Pendidikan Kesetaraan UPT SKB Disdikpora Kota Denpasar, mereka diwajibkan menabung setiap bulan sebesar sepuluh ribu rupiah, tabungan itulah yang kini digunakan untuk melaksanakan tirtayatra/Dharma Wisata sekaligus sebagai acara perpisahan (smt).

Rabu, 16 April 2014

KUNJUNGAN MAHASISWA UNY KE SKB KOTA DENPASAR

Rabu tanggal 16 April 2014 jam 09.00 wita, UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar mendapat kunjungan dari Mahasiswa UNY (Universitas Negeri Yogyakarta). Mereka berjumlah 17 orang mahasiswa S2 jurusan PLS (Pendidikan Luar Sekolah) dan diantar oleh Dosen Pembimbing Bapak Iis Prasetyo. Tujuan dari kunjungan mereka adalah bagian dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) serta melihat langsung kegiatan Pendidikan Luar Sekolah. Rombongan diterima oleh Kepala UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar Ni Made Sugiantini, S.Pd., M.Pd. H. Setelah masing-masing pihak memperkenalkan diri diawali oleh Dosen Pembimbing memperkenalkan diri dan para mahasiswanya, dilanjutkan dengan Pemaparan tentang program-program UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar oleh Kepala UPT. Pada kesempatan itu, ketua rombongan yang notabene adalah Dosen Pembimbing Iis Prasetyo menyerahkan cendera mata berupa plakat dari UNY dan diterima oleh Kepala UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar. Selanjutnya rombongan UNY meninjau langsung kegiatan Proses Belajar Mengajar PAUD "Harapan Bangsa" UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar. Melihat-lihat berbagai sarana dan prasarana belajar seperti Lab. Bahasa Inggris, Lab. Komputer, Ruang praktek Tata Rias Kecantikan dan SPA, Bengkel kerja Menjahit dan Membordir. Kunjungan diakhiri dengan berfoto bersama di depan gedung UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar antara Para Mahasiswa UNY dan Karyawan UPT SKB Disdikpora Kota Denpasar (smt).

Senin, 14 April 2014

UNPK PAKET C PERIODE I TAHUN 2014

Hari ini Senin tanggal 14 April 2014, Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket C Periode I secara serempak dilaksanakan diseluruh tanah air. Pelaksanaan UNPK dilaksanakan bersamaan dengan Ujian Nasional Pendidikan Formal. UN Pendidikan Formal dilaksanakan pagi hari sampai siang hari, sedangkan UNPK dilaksanakan mulai siang hari sampai sore hari. Untuk Kota Denpasar UNPK Paket C dilaksanakan dan meminjam tempat di SMP Negeri 1 Denpasar. Untuk UNPK tahun ajaran 2013/2014 ini Paket C UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar dari 59 orang peserta didik yang terdaftar awal, pada akhirnyan yang pasti ikut UNPK berjumlah 57 orang. Dua orang yang tidak dapat mengikuti dikarenakan sedang sakit keras. Diharapkan mereka nanti akan didaftarkan mengikuti pada UNPK Periode II. Adapun jadwal UNPK Paket C tahun ini adalah sebagai berikut: 1. Senin, 14-4-2014 jam 13.30-15.30 wita Bahasa Indonesia. Jam 16.00-18.00 wita Geografi. 2. Selasa, 15-4-2014 jam 10.30 – 12.30 wita Pendidikan Kewarganegaraan. Jam 13.30-15.30 wita Matematika. 16.00-18.00 wita Sosiologi. 3. Rabu 16-4-2014 jam 13.00-15.30 wita Bahasa Inggris. Jam 16.00-18.00 wita Ekonomi. Informasi yang kami peroleh sementara ini, untuk UNPK Paket C tahun ini adalah 23 paket Paket C UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar yang mengikuti UNPK tahun 2014 ini adalah Paket C Angkatan ke VIII (2011/2012. 2012/2013, 2013/2014) (smt).

Jumat, 11 April 2014

PAKET B DAN PAKET C SEMBAHYANG MENJELANG UNPK

Bertempat di Padmasana kantor UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar, Peserta Didik Paket B dan Paket C melaksanakan persembahyangan dan doa bersama. Persembahyangan ini dilaksanakan pada Hari Kamis 10 April 2014 dimulai pada jam 18.00 wita sampai jam 19.00 wita diikuti oleh Peserta Didik Paket B kelas IX dan Paket C kelas XII Tahun Ajaran 2013/2014. Hadir dalam persembahyangan dan doa bersama ini 40 orang Peserta Didik Paket B dan Paket C. Memamng tidak semua Peserta Didik yang mengikuti UNPK Periode I ini hadir dikarenakan sebagian masih ada yang bekerja. Selain Peserta Didik, hadir juga beberapa orang Tenaga Pendidik. Tujuan dari sembahyang dan doa bersama ini adalah untuk memohon –terutama sekali- keselamatan, diberikan kelancaran, ketenangan serta tidak mendapat halangan apapun dalam mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Periode I ini. Seperti diketahui, UNPK Periode I akan dilaksanakan serentak mulai hari Senin tanggal 14 April 2014 sampai dengan hari Rabu 16 April 2014. Adapun untuk Kota Denpasar meminjam tempat di SMP Negeri 1 Denpasar. UNPK dimulai jam 13.00 wita sampai jam 18.00 wita, kecuali hari Selasa 15 April 2014 akan dimulai lebih awal yaitu jam 10.30 wita karena pada hari ini mata pelajaran yang akan di-UN-kan berjumlah 3. Pada Periode I ini, UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar akan menyertakan Peserta Didiknya (terdaftar) mengikuti UNPK ini sebanyak 59 orang. Dari tahun ke tahun, UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar selalu paling banyak menyertakan Peserta Dididknya dalam mengikuti UNPK dan selalu lulus 100%. Hanya pada UNPK Periode I tahun ajaran 2012/2013 dari 54 peserta didik yang terdaftar dan 50 orang yang mengikuti UNPK ini yang lulus hanya 50 %. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah kami dalam mengikuti UNPK ini mengalami kegagalan seperti ini. Tapi pada periode II akhirnya semuanya lulus. Kami kurang mengerti penyebabnya, bisik0bisik yang beredar dikalangan peserta didik kami karena faktor psikologis. Pertama karena UNPK tahun itu menggunakan sistem baru, kedua dikarenakan adanya pengunduran pelaksanakan UNPK periode I sampai dua kali serta kacaunya pendistribusian soal-soal (LJK) UN pada saat itu. Kembali pada masalah persembahyangan dan doa. Setelah selesai melaksanakan persembahyangan dan doa bersama, dilanjutkan pengarahan dan penjelasan tentang UNPK. Meski sudah sering disampaikan oleh pengelola serta para tenaga pendidik, namun selalu ditegaskan dan diwanti-wanti kembali tentang berbagai hal berkenaan dengan pelaksanaan UNPK ini. Seperti tata tertib, kelengkapan/peralatan yang harus dibawa pada saat mengikuti UNPK dsbnya. Setelah itu dilanjutkan penyerahan perlengkapan UNPK berupa kartu peserta ujian dan ATK. Menurut rencana, hari ini Jumat tagggal 11 April 2014, akan dilaksanakan juga sembahyang dan doa bersama di Pura Jagatnata Kota Denpasar. Persembahyangan dan doa kali ini dikoordinir oleh Dinas Dikpora Kota Denpasar cq Bidang Dikmen. Sembahyang dan Doa ini akan diikuti oleh semua peserta Ujian Nasional se Kota Denpasar, baik dari Sekolah-sekolah Formal dan Non Formal seperti UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar dan PKBM se Kota Denpasar. Rencananya, persembahyangan dan doa bersama ini akan dimulai pada jam 17.00 wita. Selain peserta didik juga akan hadir Kepala Dinas Dikpora peserta pejabat terkait dibawahnya; Kabid Dikmen dan Kabid PLS, para Kepala Sekolah/guru, Para Pengelola PKBM/Tenaga Pendidik dan tentunya Kepala UPT SKB Dinas Dikpora juga diundang. Tapi karena Kepala UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar Ni Made Sugiantini, S.Pd.,M.Pd.H masih di Surabaya berkaitan dengan tugas dinas maka akan diwakili oleh Kasubag TU UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar serta para tenaga pendidik Paket B dan Paket C UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar (smt).

Senin, 07 April 2014

BERITA DUKA

PIMPINAN/UNSUR PIMPINAN BESERTA STAF UPT SKB DINAS DIKPORA KOTA DENPASAR TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA IBUNDA REKAN KERJA KAMI, I NYOMAN SUKERTA, SH. SEMOGA BELIAU MENDAPATKAN TEMPAT YG BAIK DAN MENYATU KPD IDA SANG HYANG WIDHI WASA. KEPADA KELUARGA YG DITINGGALKAN SEMOGA DIBERIKAN KETABAHAN.

Sabtu, 29 Maret 2014

SELAMAT HARI RAYA NYEPI TAHUN BARU CAKA 1936

PARADE OGOH-OGAH ANTAR GUGUS PAUD SE DENPASAR

Bertempat di Taman Kota Lumintang Denpasar, Sabtu tanggal 29 Maret 2014 dilaksanakan Parade ogoh-ogoh antar Gugus Paud se Kota Denpasar. Parade ini dilaksanakan oleh GOPTKI Kota Denpasar diikuti oleh semua gugus Paud Kota Denpasar. Di Denpasar ada 32 gugus Paud, secara keseluruhan diikuti sebanyak 55 kelompok peserta ogoh-ogoh ini. Termasuk peserta perorangan (diluar gugus) dari beberapa TK di Kota Denpasar sebanyak 20 kelompok. Paud “Harapan Bangsa” UPT SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar bergabung dalam gugus II Krisna Denpasar Timur dimana diikuti 9 gugus. Dalam gugus II Krisna ini, anak-anak Paud “Harapan Bangsa” UPT. SKB Dinas Dikpora Kota Denpasar kebagian sebagai penabuh Bleganjur. Dalam parade ogoh-ogoh ini hadir Walikota Denpasar Ida Bagus Dharma Wijaya Mantra beserta istri Selly Mantra yang notabene sebagai Bunda Paud Kota Denpasar, Kadis Dikpora Kota Denpasar, Kasubdin PLS, Camat se Kota De3npasar Ka UPT Disdikpora Kecamatan se Kota Denpasar, Ketua GOPTKI, IGTKI, Pengelola Paud se Kota Denpasar, Guru-guru Paud dan tentunya para peserta Parade yaitu anak-anak Paud. Dalam laporannya, Ketua IGTKI Kota Denpasar Dra. Ni Made Aryaningsih, M.Pd mengatakan bahwa Parade Ogoh-ogoh Paud ini bertujuan untuk Menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1936, memupuk dan melestarikan Budaya Bali serta mengenalkan dan Makna Hari Raya Nyepi kepada anak-anak sejak usia dini. Sebagaimana telah diketahui Hari Raya Nyepi tahun ini jatuh pada Hari Senin tanggal 31 Maret 2014. Parade dibuka dan dilepas oleh Walikota Denpasar tepat pukul 08.00 wita dengan strat di Taman Lumintang Kota Denpasar melewati jalan Mulawarman, Jalan A. Yani dan kembali Finis di tempat yang sama. Jarak yang ditempuh hanya berkisar 800 meter. Berbagai bentuk tema ogoh-ogoh yang pada intinya semua manifestasi bhuta kala. ”Ogoh-ogoh adalah seni patung dalam kebudayaan bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Khala,” Bhuta berarti waktu yang tidak terukur,sedangkan Khala berarti kekuatan.dari arti kata diatas maka para cendekiawan hindu dharma mengambil kesimpulan bahwa proses perayaan Ogoh-ogoh melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta, dan waktu yang maha dasyat, kekuatan itu dapat dibagi dua, pertama kekuatan bhuana agung, yang artinya kekuatan alam raya, dan kedua adalah kekuatan Bhuana alit yang bearti kekuatan dalam diri manusia. kedua kekuatan ini dapat digunakan untuk menghancurkan atau membuat dunia bertambah indah. Ogoh-ogoh juga bermakna patung yang melambangkan Buta Kala diharapkan dapat menetralisir roh-roh jahat yang menguasai alam manusia antara kebaikan dan keburukan yang biasa juga disebut dengan “Balance of the World”. Prosesi Ogoh-Ogoh merupakan serangkaian dengan upacara Tawur Kesanga adalah sebuah ekspresi kreatif masyarakat Hindu Bali di dalam memaknai perayaan pergantian Tahun Caka. Masyarakat menciptakan Ogoh-Ogoh Bhutakala seperti : Kala Bang, Kala Ijo, Kala Dengen, Kala Lampah, Kala Ireng, dan banyak lagi bentuk-bentuk lainnya, sebagai perlambang sifat-sifat negatif yang harus dilebur agar tidak mengganggu kehidupan manusia. Ogoh-Ogoh Bhutakala yang diciptakan kemudian dihaturkan sesaji “natab caru pabiakalan” sebuah ritual yang bermakna “nyomia”, mengembalikan sifat-sifat Bhutakala ke asalnya. Ritual tersebut dilanjutkan dengan prosesi Ogoh-Ogoh, seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mengusung Ogoh-Ogoh mengelilingi jalan-jalan desa dan mengitari catus pata sebagai simbol siklus sakral perputaran waktu menuju ke pergantian tahun Caka yang baru. Setelah ritual dan prosesi Ngerupuk tersebut Ogoh-Ogoh Bhutakala itupun “di-prelina”, mengembalikan ke asalnya dengan dilebur atau dibakar. Kota Denpasar sebagai Kota yang berwawasan Budaya serta Kota Layak Anak, berusaha melelestarikan budaya Bali salah satunya dengan cara mengenalkan budaya tersebut semenjak usia dini. Diantaranya melalui parade ogoh-ogoh ini antar gugus paud se Denpasar ini (smt)